Hei 'Semangat', Bertahan Yaa!!
Minta Maaf Kesekian Kali
Hai semua-semua..
Mohon maaf kalo-kalo kalian terdampar di blog ini namun ternyata blognya jarang di-update..
Sudah postingan ke sekian kali saya minta maaf, karena jarang di up-date..
Haha..
Terima kasih telah berkunjung.,
Kurang lebihnya saya mohon maaf..
Wassalam..
Selamat Datang Kembali Danisha
ASSALAMUALAIKUM semuanya!!!
RASANYA seperti bertahun-tahun tidak bertemu dengan blog saya sendiri. Rindu denganmu lho! Suerrr blewer-blewer :p. Tetapi sekarang, I'm COME BACK! In BLOGGER'S WORLD! Hei. saya suka istilah itu "blogger's world" atau secara gampang diartikan dengan "dunianya para blogger". Marilah kemari, kita mengeksiskan diri (LAGI) dalam perkancahan dunia persilatan, eeh, dunia perbloggeran! Dalam postingan saya yang terakhir, saya menceracau berkali-kali, tentang alasan saya tidak meng-update blog ini. Haeee... Yaa, tapi memang itu siy, alasan yang sama, yang saya alami beberapa bulan sebelum memposting tulisan itu dengan beberapa bulan setelahnya hingga akhirnya saya menulis lagi, sekarang :D.
TAK dapat dipungkiri, hasrat menulis itu sama kayak keimanan. Hadooh, lo siapa siy Nis? Sampe bisa-bisanya mempersamakan kedua kata tersebut? Yaa, maaf-maaf ya, sesok tau-sok taunya saya (menirukan dosen Komunikasi UI, yang saya lupa namanya), keimanan itu kadang tinggi kadarnya, kadang rendah juga kadarnya, naek turun, kayak gelombang pasang. Namanya juga manusia biasa, bukan superwoman! Begitu juga halnya dengan hasrat untuk menulis, kadang semangat '45, kadang semangat '98, tapi kadang juga semangat '09. Ngerti? Semangat '45 dan semangat '98, identik dengan sesuatu pergolakan, semangat melakukan sesuatu, perubahan, kemerdekaan, kebebasan, reformasi! Tapi bayangkan semangat '09, atau semangat tahun 2000an lainnya, bayangkan semangat anak muda jaman sekarang! Ada yang bilang, kalo Bung Karno ngeliat kita berleha-leha seperti sekarang, kebanyakan seneng-senengnya daripada susahnya (lho?), pasti beliau nyesel banget! Udah capek-capek gw perjuangin, ternyata pemuda sekarang, yang gw harepin sebagai penerus kerja keras gw bersama para leluhur, ternyata cuma bisa begini doank??? Ga semua pemuda kayak gitu siy, alhamdulillah ;). Bukan maksud saya mengkotak-kotakan zaman, apa hak saya pula membagi-bagi zaman tersebut? Saya hanya bermaksud membandingkan, semangat yang dimiliki anak muda zaman sekarang, beda jauh dengan zaman dulu. Yaa, mungkin karena dulu kita dalam penjajahan, kita jadi lebih giat berusaha, bersemangat! Tapi, apa iya, sekarang kita mesti dijajah dulu? Terus baru mau lebih berusaha, lebih bersemangat??
SEPERTI itulah semangat "ngeblog" yang saya miliki. Saya akui sendiri lho, saya juga memiliki semangat '45 dan semangat '09. Dan inilah saya, sekarang, memiliki semangat '45 dalam menulis blog. Mungkin saya terpengaruh dengan novel "Balthasar's Odyssey" karangan Amin Maalouf, atau novel yang baru selesai saya baca hari ini, berjudul "The Malice Box" karangan Martin Langfield. Andai kalian tahu, kedua novel itu memiliki kesamaan. Sama-sama berupa buku harian! Pada "Balthasar's Odyssey", si tokoh Aku, menuliskan semua catatan perjalanan seperempat keliling dunianya dalam sebuah buku harian dan menuliskannya dengan menggunakan pena bulu serta tinta (maklum, setting pada abad ke-15). Rinci, lengkap, lugas! Novel yang bagus. Pada buku yang satunya lagi, "The Malice Box", setting pada tahun 2004, "buku hariannya" lebih modern, yaitu berupa blog! Membaca kedua buku itu, jadi mengingatkanmu (wahai blog-ku yang malang :( ).
BANYAK, sangat banyak, berbelas-belas atau bahkan berpuluh-puluh malah, cerita yang ingin saya sampaikan! Tentang kehidupan kampus yang terlewatkan, kabar bahagia, lengkungan senyuman, kebanggaan, pengalaman berharga, hingga penyesalan serta kekecewaan. Semuanya menunggu di otak dan hati, menunggu untuk dituangkan, dikeluarkan, dimuntahkan, ke dalam blog ini. Semuanya harus disusun, serpihan-serpihan ingatan tersebut harus digabungkan :O). Ya, benar, semoga saya tidak melupakan bagian-bagian penting dari hidup saya dalam beberapa bulan terakhir.
Ohya, apakah sudah saya bilang sebelumnya? Sekarang saya sedang menjalani liburan, liburan panjang, yang berarti panjang pula waktu luang saya. Waktu luang yang akan saya isi dengan menuliskan semua cerita, menyisipkan gambar-gambar yang berkaitan dengan cerita tesebut, menguraikan kenangan serta memberikan pandangan saya.
Sangat indah! Dan tak sabar saya memulainya :D
SALAM HANGAT, KUAT, SEMANGAT!
Terlalu, Terlalu, dan Terlalu
Assalamualaikum Wr. Wb..
Terlalu lelah, letih, dan lebih tepatnya malas untuk meng-update blog saya tercinta ini. Padahal, kisah kasih di sekolah (heits..), maksudnya kisah-kisah saya di kampus menumpuk, menunggu untuk di-posting-kan (bahasa apaaa ini??) ke dalam blog. Tak ketinggalan pula berbagai foto dengan berbagai kesempatan, posisi, dan berbagai orang yang tentunya ciamik-ciamik, yang akan saya pajang di blog ini. Yaa, karena entah kenapa setiap buka laptop, yang kepikiran hanya "Mail.yahoo.com", "facebook.com", dan "plurk.com". Jadilah blog saya terbengkalai. Dengan pengunjung yang telah semakin banyak bertandang serta berbagai koment di shoutbox yang menunggu untuk dibalas dan bertukar link blog. Mohon maaf seribu maaf, saya tak sempat melayani itu semua (melayani?? halaah, layaknya Supermarket saja :P). Tapi saya punya cita-cita, harapan, dan kehendak (weleh-weleh) untuk menyelesaikan tugas-tugas kenegaraan tersebut.
Terlalu panas kamar saya. Maklum, hanya kipas angin yang bertengger dengan manis di atas lemari, di pojokan kamar saya. Otomatis, saya yang duduk di bangku di bawah kipas angin tersebut, tidak terkena jatah angin yang dikipaskan. Lalu, apa kaitannya dengan kemalasan saya menulis di blog? Menulis di blog harus dengan posisi yang enak, yaitu di meja dengan duduk di bangku (masa iya duduk di mejanya juga???), naah berhubung bangku saya tersebut tidak terkena hembusan angin mamiri ku pasang, jadilah posisi saya ini panas bukan main. Gerah tepatnya. Berceceran keringat dan air mata (hah??). Yang pasti mampu menyebabkan saya tidak duduk lama-lama di sini. Alternatif lain?? Hmm, mungkin pasang AC. Aaah, global warming-ming-ming-mingguan. Atau memindahkan posisi kipas angin?? Itu memang saran Ibu saya, tapiiiii menggeser-geser perabotannya itu yang tidak menyenangkan :(.
Terlalu banyak tugas kuliah yang wajib saya kerjakan. Kegiatan mengarang tulisan saya, sudah tersalurkan lewat tugas-tugas kuliah saya tersebut. Jadi, pas mau nulis di blog, seakan-akan semua kata sudah terkuras untuk mengerjakan tugas kuliah, tak ada sisalah untuk mengarang indah di blog. Memang dilema. Hal ini jugalah yang membuat saya tak bisa berlama-lama online hingga larut malam. Kegiatan yang menyenangkan, mengindahkan, membahagiakan. Tak perlu khawatir biaya internet akan mahal, hanya khawtir biaya tagihan listrik di akhir bulan
Terlalu manis untuk dilupakan. Kenangan yang indah, bersamamu, tinggalah mimpi. Huahahha,, koq jadi lagu Slank :O. Yaa, memang sebenarnya beberapa minggu ini, saya memang mengalami kejadian-kejadian, pengalaman-pengalaman baik spiritual maupun material (heh??), yang mampu membuat saya tersenyum bahagia, dan tak mau untuk melupakannya. Untuk itulah gunanya saya menulis di blog, agar semua kenangan saya, memori saya dapat tersimpan dengan baik dan benar. Siapa tahu, kalo saya lupa ingatan, saya tinggal membaca blog ini saja dari awal sampai akhir.,huahhaha.. :D.
Keterlaluan memang, jika saya melupakan blog ini. Meninggalkan blog ini sendirian. Tak diurus, sehingga tidak dapat digugu dan ditiru (lhaa,,jad begini bahasanya). Malanya itu, bagi para pengunjung. Mohon maaf sekali lagi, jika blog ini memang benar-benar jarang saya update. Insya Allah jika semua tugas-tugas kenegaraan saya sudah berakhir, saya akan menjalani tugas-tugas ke-blog-an saya ini.
Salam Kuat-Hangat-Semangat
Wassalam,
-Danisha Bisa!!!-
Banjir Yang Jarang Di-Update
Assalamualaikum Wr. Wb..
Untuk kesekian kalinya, saya mohon maaf atas jarang di-update-nya blog saya ini. Bukan salah bunda mengandung, atau salah kandungan bunda (apaan siy??), tapi ini salah saya sendiri, tepatnya kegiatan saya yang menguras tiga perempat hidup saya (berlebihan memang!). Padahal saya ga ikutan organisasi seperti si Djawa (lagi-lagi djawa!) yang berpangkat Koordinator Akhwat Mentari di Salam-UI (rohisnya UI) atau seperti Gema yang sibuk berkampanye Partai Kita Semua! Bukan, bukan karena kegiatan di luar kuliah, tapi di dalam kuliah. Pokoknya heboh daah, yaaa semuanya demi mencapai target IP 3,5 (ketauan deh obsesi gw,haha..). Oleh karena itu, mohon maaf kalau pesan-pesan di shoutbox kelamaan saya balas, kelamaan saya blogwalking-in balik, kelamaan saya tukeran link atau bannernya, pokoknya kelamaan-kelamaan lainnya. Naah, sekarang saya akan mulai menceracau lagi, yaa lagi-lagi tentang banjir. Lagi?? Iya, lagi! Bagi yang belum baca postingan saya sebelumnya tentang banjir, silahkan klik di sini..
Hari itu tanggal 23 Maret, 2009 tepatnya. Lebih tepatnya lagi, itu hari ulang tahun ayah saya. Hari Minggu. Seperti biasa, hari Minggu saya sekeluarga isi dengan kegiatan "bersih-bersih rumah", ada yang bersihin lantai (baca: nyapu, ngepel), ada yang bersihin baju (baca: nyuci, nyetrika baju), dan ada yang "bersihin" dapur (baca: masak). Kebetulan saya kedapetan jatah yang pertama. Ironis memang, menyapu dan mengepel hanya seminggu sekali, huahaha.. Yaah, tak apalah, tak ada asisten rumah tangga, tuan rumah pun turun tangan. Kelar "beberes" rumah, tak ada yang lebih enak daripada berleha-leha di kamar, di siang hari yang mendung itu. Sangat mendung tepatnya. Walaupun tak selamanya mendung itu hujan, saya yakin pasti nanti akan hujan (heh?). Dan benarlah, hujan turun dengan riangnya. Terlalu riang.
Rasa waswas mulai merayap. Berkali-kali bolak-balik melihat ketinggian air di jalan depan rumah. Berkali-kali menghubungi ibu saya yang kebetulan berada di tempat service motor. Berkali-kali pula mengucap "Astagfirullah, Subhanallah..". Untungnya saya di rumah tidak sendirian, melainkan bersama kakak saya, sehingga ada teman untuk diajak susah dan berteriak-teriak (haha). Rutinitas kami pun dimulai, yaitu mengeluarkan barang-barang yang ada di bawah lemari pakaian, mencabut colokan kulkas, menyelamatkan kipas angin, serta mengangkut apa saja yang bisa diangkut (heh?). Lalu mengalirlah air banjir berwarna kecokelatan itu, masuk ke dalam rumah saya. Benar-benar tamu yang tak diundang.
Seandainya saja saya bisa melarang air banjir masuk. Dengan cara memajang papan di depan rumah bertuliskan "Air Banjir DILARANG MASUK". Tentu saja sudah saya terapkan sejak dulu. Tapi tentu saja itu hanya imajinasi liar belaka. Beginilah nasib kami (saya dan keluarga) sejak bertahun-tahun yang lalu. Banjir selalu bertandang, meramaikan rumah, tepatnya komplek kami, hampir setiap tahunnya. Bukan karena meluapnya air dari sungai atau kali. Tapi karena letak komplek kami yang kebetulan memang agak rendah daripada komplek lainnya, serta ada saluran di ujung komplek yang agak tersumbat dikarenakan di atas gorong-gorong tersebut didirikan rumah. Ingin rasanya saya beramai-ramai bersama warga komplek menggusur rumah-rumah itu. Tak mungkin lah, karena ternyata mereka minta ganti rugi. Laah, wong mereka yang salah eeh malah minta uang.
Setelah semua air resmi masuk rumah, alias hujan mulai berhenti dan ketinggian air di depan rumah sudah mulai menyurut, saatnyalah kami bahu membahu membersihkan rumah. Naasnya, rumah saya berbentuk seperti kolam di tengah-tengahnya, di sisi kanan-kiri rumah agak tinggi, sedangkan di tengahnya rendah. Pastilah air tersebut mengobak dengan indahnya, persis seperti kolam renang untuk anak kecil. Di sinilah titik puncaknya. Bayangkan saja, kami harus menguras kolam renang anak kecil tersebut secepat mungkin, karena tidak mungkin kami biarkan semalaman. Namun, berkat teknologi yang sudah canggih, alias pompa penyedot air, kami mampu melakukannya. Tanpa harus menggunakan cara tradisional: menyeroknya dengan ember lalu membuangnya keluar rumah, yang sudah pasti beratus-ratus kali ember itu menyerok air. Bala bantuan pun datang, pacar saya (si Kbo) dan pacar kakak saya, Mas Ricky.
Namun, saya sadari. Penderitaan kami sekeluarga itu belum seberapa. Masih banyak janda-janda tua.... lho?? Maksudnya, masih banyak rumah keluarga lain yang terendam banjir lebih parah, bukan hanya sebetis namun tiga meter juga dapat dilampaui. Terlebih lagi kejadian di Situ Gintung. Ludes-des-des ga tersisa rumahnya, bahkan yang punya rumahnya! Mudah-mudahan kami sekomplek selalu diberi kesabaran menghadapi musibah kecil yang ga seberapa jika dibandingkan di luar sana. Semoga rumah kami ga banjir lagi. Walau sulit untuk diwujudkan. Saya hanya ingin, anak cucu saya nanti tidak perlu capek-capek, lelah-lelah harus menyerok air banjir. Jangan sampai mereka menanggung kesalahan kakek nenek mereka dalam menentukan tempat tinggal, huahaha..
Double Award from Sarah
Bismillahirrahmanirrahim..
Yippieee, sudah lama ku tak mendapatkan PR beserta award dari kawan sesama blogger. Kali ini PR bersumber (heh?!) dari Sarah, dan ga tanggung-tanggung, dua PR sekaligus cuuy,,haha :O :O. Demi menjaga kesepakatan yang sudah saya buat dengan diri saya sendiri:
"kerjakan sekarang, jangan tunda-tunda, jadilah seseorang yang DISIPLIN!"akhirnya saya mengerjakannya yaa sekarang ini, takutnya kalau diundur-undur eeeh malah kelupaan dikerjain, kan ga enak sama Sarah yang cantik itu,,huahaha.. :p :p.
Okeee, award disertai PR yang PERTAMA adalah:

first: put this logo on your blog.
second: answer these questions below :
1. what is your main reason to make a blog?
2. whose blog that visit first after you make your own blog?
3. tag 5 people you visit often!
Jawaaabbbannya adalaaah (dengan gaya Fitri Tropika membawakan acara "Missing Lyric")
1. Alasan utama??? Hmm,, mungkin untuk menjawab tantangan dari Raditya Dika (heh?! kenal di mana gw?? haha). Jadi begini, lebih dari setahun yang lalu, tuh Bung Radit pernah bertandang ke kampus saya, *memang sebenarnya dia satu kampus sama saya siy :p*, tapi kali itu dia datang dalam suatu talkshow untuk menjelaskan "indahnya" menulis di blog, yaa contohlah dia yang karena blognya yang ajaib itu, dia jadi jutawan, haha :O :O. Dengan segala macam daya upaya, dia sukses merebut hati saya untuk membuat BLOG! Bukan berniat agar terkenal seperti dia lhoo :p :p. Hanya ingin menyalurkan hasrat untuk menyampah di dunia maya,huahaha :r :r. Ohya ada hal aneh sewaktu dia datang ke kampus saya! Ya, dia memakai kemeja garis-garis yang sama persisss dengan Kak Mirzal (kakak senior di jurusan!), yang usut punya usut mereka ternyata beli tuh kemeja di tempat yang sama! Bravooo..
2. Hmm, kalau tidak salah siy Djawa, lagi-lagi Djawa, bosan kali ku menyebut namanya :v! Yaa, dia lah yang mengusulkan saya untuk membuat blog di Blogspot ini. Membuat akun Blogspot ini saja, ditemani oleh dia, tepatnya di perpustakaan FISIP-UI lantai 2, hehe.. :D.
3. Okreeei ini yang ku tunggu-tunggu!! :z :z :z
Yang beruntung mendapatkan award beserta PR ini adalah jreng-jreng-jreeng.. (berlaku juga untuk award+PR yang KEDUA)
- Alifah (yang sudah menagih minta diberikan award :D)
- Djawa (karena namanya selalu ku sebut dalam blogku dan bukan dalam doaku :O)
- Kak Mirzal (jadi inget setahun yang lalu masa-masa LDMK :p)
- Dita (biar semangat untuk menge-blog tidak pernah surut,hehe :D)
- Nesyaaa (yang sudah hampir selesai masa jabatannya sebagai pengurus BEM FISIP-UI,haha :r)

the rules:
first: pajang award ini d blog anda
second: beri judul the uniqe award d postingan
third: jawab pertanyaan berikut ini
1. benda unik apa yg lo punya ?
3. apa penyebab elo bisa membuat dan mempunyai blog unik seperti ini?
1. Benda unik?? Wuah, saya ndak punya tuh. Gimana kalau orang-orang unik?? Itu saya punya!!! :t
2. Mengoleksi?? huahaha.. Mereka datang sendiri, dengan cara yang tidak diduga-duga, menelusup masuk dan mempengaruhi cara pandang saya tentang dunia ini :D.
Siapa saja??? Sahabat saya dari SMP yang super duper unik, yaitu Ajat (dari namanya saja sudah unik bukaaan??). Karena dialah yang dengan sukses mengocok perut saya setiap hari!. Sahabat-sahabat semasa SMA, anggota d3iQ --Depe,Dewe,Qori,Intan--, yang dengan segala kekurangan-kelebihan mampu dilebur jadi satu (mungkin kita bisa membuat band suatu hari?? huahaha). Djawa, lagi-lagi Djawa, sepi sekali kampus tanpa dia di sisiku, huahaha.. :r. Dan tentu saja, pacar saya, seorang lelaki yang unik --sangat unik--, yang entah apa dan bagaimana saya mampu menerima dia sebagai pacar saya :L *gw ga dipelet kan??huahah.. :O*
3. Eh, sok tau ya yang nanya, kata siape blog gw unik?? :r. Oke-oke, mari kita bermain secara adil. Penyebab mempunyai blog unik seperti ini adalah .... karena saya dikelilingi orang-orang yang tidak kalah uniknya dari saya.. :z :z :z
Hey ladies and gentlemaaaan..
Ayo beramai-ramai ambil award ini, lalu dikerjakan PR-nya!!
Selamat bermain-main dengan kata-kata.. :~ :~ :~
Read More......
Ketika Semangat Itu Bertandang..
Bismillahirrahmanirrahim..
Menarik sekali hari ini. Menarik bagi saya tentunya! *ya iyalaah, penulisnya gituu, haha*. Entah ditiup dari arah mana, semangat itu datang. S.E.M.A.N.G.A.T ! Sesuatu yang jarang sekali bertandang ke diri saya! Biasanya saya selalu mohon-mohon minta diberikan semangat kepada kakak saya, atau pacar saya, atau bahkan Djawa yang ternyata dia malah meminta saya untuk menyemangati dia balik *percuma ngomong sama dia :@*. Minimal semangat yang mereka miliki dapat tertular kepada saya. Namun hasilnya nihil, saya melakukan suatu kegiatan jadi setengah-setengah, ga ada tantangan, ga ada ombaknya *halaah..*. Intinya kegiatan itu kurang "sreg" lah. Kali ini, tepat di hari ini, lebih tepat lagi pagi hari, semangat itu terhembus, mampir ke tubuh berserta jiwa dan raga saya. Mengajak untuk melakukan kebaikan. Yaitu: merapihkan kamar! Hehe.. :D :D :D
Di mulai dari angka NOL ya (laah, jadi kayak iklan pom bensin Pertamina yg Pasti Pas, haha..), maksudnya di mulai dari merapihkan lemari buku berkaca yang terdiri dari komik, novel, buku pengembangan diri, novel Islami, hingga salah satu seri ensiklopedia yang nyasar dengan sukses -berpisah dari buku ensiklopedia lainnya,haha :O-. Sebenarnya saya terinspirasi oleh Devi, yang salah satu postingannya menampilkan suasana kamarnya yang amboooiii, rapih niaaan! Iri, super iri saya melihatnya :o :o :o. Dengan mengakali lemari buku berkaca saya yang kecil itu, akhirnya semua jenis buku mampu saya jejali masuk ke dalamnya. Misi pertama: Selesai!
Misi selanjutnya yaitu merapihkan lemari buku kedua. Yang satu ini benar-benar tidak jelas bentuk dan rupa isinya. Hancuuur.. Tak berseni.. Tak tertata.. Tak bernilai.. :r :r :r. Penuh dengan kertas-kertas, beragam bentuk printilan *u know lah, anak cewek suka ngumpulin apa, kecil-kecil ga penting gitu, hehe :p*, dan yang pasti: sampah! hehe.. :$. Tapi bukan sampah bungkus chiki atau Aqua gelas lhoo! Dibongkar sana - bongkar sini, menemukan barang-barang yang saya kira sudah hilang, foto-foto yang berserakan, makan siang dengan ikan mas goreng, lho??!! :O :O. Lagi-lagi disusun, dijadihkan indah kembali, dan voila.. Misi kedua: Selesai!
Sebenarnya yang mau saya sampaikan kali ini bukan betapa hebohnya saya merapihkan kamar atau menunjukkan kepada dunia betapa rajinnya saya *huahhaa.. :r :r*. Hanya ingin berharap, semangat yang tiba-tiba bertandang ini terus menempel di diri saya. Jujur, seharian ini saya merasakan semangat yang tak terperi *lebai mode: ON*. Menyusun banyak rencana untuk semester depan. Dimulai dari rajin-rajin membersihkan kamar, hingga rencana untuk rajin belajar *huahaha..:r :r*. Eh, saya serius! Masa kuliah saya tinggal 2,5 tahun lagi, dan IP saya standar-standar saja. Saya ingin lebih! *maklum hanya manusia biasa :D* Kalau ingin mendapat yang luar biasa, tentu kita harus berusaha luar biasa juga bukan??!! Saya sadar, 1,5 tahun yang lalu saya lalui dengan setengah-setengah *daritadi setengah mulu, mudah-mudahan suami gw nanti bukan setengah manusia setengah siluman,huahah..:O*, istilah kerennya kurang "pol-polan". Memang niat di tiap awal semester yaitu "harus mendapat IP yang lebih baik!", sesuatu yang sering kali saya dan Djawa ucapkan, namun apa daya dalam mencapai tujuan tersebut, usaha kami kurang maksimal! Tetap saja kami belajar mengebut tiap malam sebelum ujian, jadi yaa hasilnya standar saja.
Omongan Ibu saya membuyarkan segala rencana,"Paling nanti kamarnya juga berantakan lagi"
Atau omongan kakak saya,"Paling cuma bertahan beberapa hari rapihnya tuh kamar"
Menurunlah semangat saya. Karena memang biasanya itulah yang terjadi setelah kamar saya dibersihkan,hehe.. :p. Tetapi saya tetap bertekad. Insya Allah semangat ini tidak akan padam! *lebaii lagi*. Semoga saja dengan adanya postingan seperti ini, mampu mengingatkan saya untuk terus bersemangat kapan saja dan di mana saja! Yaah, pastinya tetap meminta semangat dari dukungan orang-orang terdekat, terutama dari pacar saya itu, yang entah bagaimana caranya selalu mempunyai semangat yang luar biasa besarnya! Aneh memang pacar saya itu, haha..
NB: Hari ini sukses juga merasakan sakit perut yang luarrrr biasssa rasanya :# :# "#! Maklum, penyakit wanita di kala haid melanda. Tetapi ini sakit lebih dari biasanya! Hingga air mata keluar, mulut terus beristigfar dan bertasbih *heboh ga tuh??hehe :p). Setelah dilakukan pembalseman *bukan seperti mumi*, badan saya terasa panas, angin dalam badan mulai terdorong keluar, berlari ke kamar mandi, beberapa detik kemudian.. makbyaaaar.. muntahlah saya!! Maknyuuuus, terasa legaaa :f :f :f..
Cara Lain Makan Ketupat
Memang benar kata pepatah,
"tak ada rotan akar pun jadi".
Pada siang hari itu, setelah saya pulang kuliah dengan perut lapar, yang ada di pikiran saya hanya satu, yaitu bagaimana cara memanjakan perut saya ini alias memikirkan apa yang harus saya makan. Usut punya usut, ternyata di dapur masih tersedia beberapa ketupat. Namun punya namun, sayur "godok" sudah tidak ada lagi dipanci! Dengan rada mengomel Kakak saya berkata,
"Kan udah dibilangin, sayurnya udah mau habis, disuruh beli gado-gado di luar (sebagai teman si ketupat) eee malah ga beli!"Berputar dengan keraslah otak saya, mencari-cari bahan makanan apa yang dapat digabungkan dengan ketupat untuk saya santap. Makanan berkuah -- mie kuah -- mie rebus ! Aha!! Tahap selanjutnya mengobrak-abrik lemari (agak berlebihan sebenarnya :D), mencari persediaan mie rebus, dan ditemukanlah setumpuk mie instan Indomie rasa ayam bawang. Cukup satu bungkus saja saya memasak mie instan tersebut, tak perlu lah banyak-banyak.
Setelah mie rebus itu tersedia, lalu dipotong-potong ketupatnya, timbul perasaan agak kurang yakin. Ya! Kurang yakin untuk memakannya! Enak ga ya??!! Aneh ga ya??!! Mau tak mau rasa lapar mengalahkan segalanya! Mulailah saya memasukan ketupat diiringi dengan kuah mie rebusnya ke dalam mulu saya dan ........ dan .......... dan ........ rasanya lumayan! Mendekati nikmat!!!
Jika dipikir-pikir, makanan yang saya makan itu, keduanya sama-sama mengandung karbohidrat tingkat tinggi. Mie instan versus ketupat. Dapat dibayangkan betapa kenyangnya saya bukan?? Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena atas berkat rahmat dan hidayahnya (lebai mode on), saya mampu menemukan cara lain menyantap ketupat, yaitu menyantapnya dengan mie rebus instan. Boleh dicoba lho teman! Mungkin untuk Lebaran tahun depan (jika kita masih dipertemukan, amin) ketika persediaan sayur "godoknya" habis tentunya!
Jangan Kau Benci Dengan Yang Namanya BANJIR
Setiap kali saya melihat awan-awan yang berwarna kelabu mendekati hitam. Beberapa pikiran ini langsung mucul di benak saya:
- "Gw bawa payung ga ya?"
- "Di rumah ada orang ga ya?"
- "Mudah-mudahan hujannya tidak terlalu deras.
Hal demikianlah yang terjadi pada saya sore hari ini. Setelah melihat awan yang begitu gelap, diikuti dengan rintik-rintik hujan, selanjutnya kilatan cahaya dan sambaran petir, maka jadilah hujan derassssss. Sudahl barang tentu, banjir terjadi di sekitar rumah saya. Jalanan depan rumah saya digenangi air setinggi betis orang dewasa. Mau tak mau setelah turun dari ojek, saya harus "menyeker" menorobos genangan air tersebut menuju rumah saya (si abang ojek tidak mau mengantarkan hingga depan rumah karena genangan air yang semakin tinggi). "Banjir-banjiran" itu yang biasa kami sebut.
"Ya sudah, terobos saja banjirnya!"
"Inilah keunikan tempat tinggal kami"
Banjir di depan rumah saya beberapa tahun yang lalu.
Senada dengan Kak Afra, teman SMA saya, Edwar, juga memuji dan memuja kenikmatan hujan tersebut. Baginya, hujan merupakan saat-saat terindah, saat-saat yang harus dinikmati semaksimal mungkin. Saya pun berpikiran dan berperasaan yang sama. Saya juga mencintai hujan. Namun kecintaan akan hujan tersebut tidak terlalu bertahan lama. Hingga saat itu tiba.
Yaitu saat-saat dimana air hujan tersebut berakumulasi menjadi air bah atau biasa disebut banjir, lalu masuk memenuhi pelosok rumah saya. Biasanya air bah tersebut hanya sampai semata kaki. Namun yang terparah adalah ketika tanggal 10 November 2007, bertepatan dengan ulang tahun Kakak saya. Seakan-akan rumah saya seperti kolam renang ukuran anak kecil, atau kira-kira sekitar beberapa 15 sentimeter di atas dengkul orang dewasa. Dapat dibayangkan perabotan-perabotan dalam rumah saya terombang-ambing, tak jelas tata letaknya, dan yang pasti hilanglah sudah seni artistiknya. Sayang sekali foto-foto ketika kejadian itu terjadi hilang entah kemana! Alhasil berikut adalah sedikit pemandangan ketika banjir di rumah saya beberapa tahun lalu dan beberapa minggu yang lalu.

Pembokat sedang "menyerok" air dan mengumpulkannya di ember, lalu dibuang keluar. (beberapa tahun yang lalu)
Menggunakan teknologi "Pompa Air" yang mampu menyedot banjir. Namun, karena pompa tersebut hanya bisa digunakan jika airnya lebih dari sekian cm, maka mau tidak mau harus dikumpulkan terlebih dahulu airnya dalam ember juga. (10 Nov'08)
Oh yeah,,
Itu memang belum seberapa. Di luar sana, di luar komplek rumah saya maksudnya, sekitar daerah Tebet, Bidaracina, Kampung Melayu, Gandaria, dan sebaginya, banjir memang sudah menjadi sahabat tahunan. Air bah tersebut sampai-sampai menenggelamkan rumah mereka. Dan aneh tapi nyata, seperti yang saya dan tetangga-tetangga saya alami, kami terbiasa dengan hal itu, dan kami tidak mau pindah dari lingkungan tersebut.
Banjir di sekitar Ancol.
Banjir tersebut mengakibatkan sebagian kendaraan bermotor "mogok"
Memang tidak orang di dunia ini yang menginginkan terjadinya banjir. Rugi materiil, rugi waktu, dan sebagainya. Namun pasti ada makna di balik itu semua, ada sisi positifnya! Saya sendiri tidak tahu harus sampai kapan menanggung perasaan dag dig dug setiap hujan deras menerpa, saya sendiri juga ingin merasakan ketenangan, kenyamanan ketika hujan mengguyur bumi! Biarlah waktu yang kan menjawab semua (huahahhaha....). Setidaknya saya sudah berusaha untuk tetap membuang sampah pada tempatnya dan menanami sekitar rumah dengan pohon-pohonan :DD.
Semoga saja Pemerintah Daerah Depok dapat turut serta menanggulangi masalah ini.
Saya jadi teringat ketika dulu membaca sebuah buletin yang berisikan tentang pengalaman seseorang yang dengan "jijiknya" melewati genangan air yang "hanya" semata kaki di sekitar Halte Stasiun UI. Sebenarnya saya masih tidak habis pikir bagi sebagian orang-orang yang menganggap bahwa banjir merupakan hal yang really disguisting. Hallo ??!!! Kami sudah terbiasa dengan hal itu. Mengapa kalian tidak mencobanya sekali saja? Membenamkan kaki-kaki di antara air berwana cokelat yang dingin diiringi dengan segala bentuk benda, serta baunya yang sedap dihirup. Itu tidak terlalu buruk koq. Trust me!!!
Ingin "Mempermak" Kehidupanku
Hey,,
(what the ......!!!)
Entah kenapa dan ada angin apa (lho?!) bulan-bulan terakhir ini, minggu-minggu belakangan ini, hari-hari kemarin ini, saya merasa tidak ..... HIDUP ! Tak tahulah mengapa saya didera perasaan dan pikiran (atau khayalan?) seperti itu. Kemalasan, kelunglaian, ketidaksemangatan, kejenuhan, lengkap memenuhi kehidupan saya. Seperti ada virus dari antah berantah nun jauh di sana, yang entah apa bentuknya, merayap, menyusup, dan mencikal bakal dalam tubuh saya. Berkembang dan bergerak ke seluruh tubuh saya, hingga ke sudut-sudut terkecil!
Inilah kehidupan saya beberapa bulan - minggu - hari - jam - menit - detik belakangan ini:
- Sadar dari alam mimpi sekitar pukul 05.00 dikarenakan hentakan, gedoran pintu, dan teriakan Ibu saya. Dilanjuti dengan omelannya yang sudah berulang kali dilontarkan sehingga mampu dijadikan esai jika dikumpulkankan semuanya. Tak perlulah saya sebutkan di sini, terlalu sakiiiiiiiiiiiiiit dan pediiiiiiiiiiiih untuk dibaca. Huahahaha.. (mencoba sekuat hati untuk tertawa dan pasrah pada kenyataan)
- Tertidur kembali setelah solat Subuh! Yang terparah yaitu sekitar dua hari yang lalu , ketika rakaat terakhir solat Subuh, tepatnya pada posisi terakhir dalam solat yaitu duduk dan membaca tasyahud akhir, tiba-tiba mata saya terpejam dan untuk sekian detik (atau menit?) hilang kesadaran! Alias TERTIDUR! Ya Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang, ampunilah hamba-Mu yang kelewatan, keterlaluan, dan dan kejelekan laiinnya ini,,amiiiin ya Allah,,amiiiiin...
- Terbangun kembali sekitar pukul 07.30, padahal perkuliahan saya dimulai rata-rata pada pukul 08.00. Namun, aneh sur-aneh, saya tetap santai untuk bangun dari tempat tidur, menelpon pacar saya, bermalas-malasan mengambil handuk, mendorong pintu kamar mandi, dan selanjutnya-lanjutnya-lanjutnya. Hingga pada akhirnya saya berhasil membuka pintu kelas, memasuki ruang perkuliahan sekitar pukul 08.30
Sepatu inilah yang menemani saya
menempuh kehidupan yang keras ini,haha..
(foto ini diambil sebelum dicuci)
- Mengikuti perkuliahan yang entah apa isinya. Mencoba bertahan agar kedua mata ini tetap terbuka dan otak ini mampu menyerap materi dari dosen. Tapi saya tetap tak kuasa menahan gejolak untuk menutup mata ini dan berangsur-angsur menghilangkan kesadaran saya dan dibuai alam mimpi. Segala daya upaya, mencuci muka, menelpon pacar tuk meminta semangat, memainkan handphone, meminta permen pada Djawa, dan terakhir mensugesti diri sendiri agar tidak boleh kalah oleh rasa KANTUK, tetap percuma.
- Mencoba untuk EKSIS, di kehidupan kampus. Dengan cara mengikuti kepanitiaan yang diadakan oleh BEM-FISIP. Kalau kata Djawa, "Kan bisa dimasukkin dalam CV buat kita kerja nanti, siapa tahu jadi pertimbangan" Bener ya Wa, AWAS kalau tidak mempengaruhi apapun!!!
- Mengerjakan tugas-tugas secara bersama-sama, baik itu tugas presentasi ataupun individu (yang secara tidak langsung berubah menjadi tugas kelompok,haha..). Ironisnya, tugas tersebut baru saya kerjakan H-1 pengumpulan. Kebut-kebutan dalam berpikir, menulis, mengetik, menggaris, menghapus, mencontek (hehe), mencari colokan untuk mencharger baterai laptop, mencari-cari kertas folio, kalkulator, sinyal hotspot, dan seterusnya.
- Hingga akhirnya menjejakkan kaki di rumah sekitar pukul 18.00. Mandilah sebersih-bersihnya, mendekatkan diri pada Allah, dan istirahat. Istirahat??? Tentu tidak. Selanjutnya dilanjutkan dengan omelan Ibu saya (lagi-lagi!) untuk membantunya memasak atau lebih tepatnya mencuci peralatan memasak yang telah selesai dipakai, menemaninya santap malam, menonton segala bentuk sinetron serupa Khanza, Cinta Fitri 3, Jihan, Sakinah, Yasmin, Kawin Masal (tapi yang terbaik dari itu semua: Cinta Fitri 3, "Cinta Farel Fitri is the best and always! Huahahhaha....).
- Maksud hati ingin belajar, apa daya tak mampu menahan godaan untuk bermain-main dengan laptop. Entah itu membuka, membalas comment, permintaan teman dari Facebook maupun Friendster, tapi untuk yang terakhir itu frekuensinya sudah mulai menurun. Selanjutnya browsing, mengunduh, chatting, yang pasti bermain ke sana ke mari dalam dunia maya dengan ditemani semut-semut, yang entah dari mana datangnya menggigit saya, hingga waktu tengah malam pun terlewati.
- Kembali ke point pertama.
See??
Seperti..
HAMBAR..
MONOTON..
STATIS..
tak menggelegar, tak menggelagak
Sempat juga mencuri-curi waktu untuk membuang sial (haha) dengan bermalam seharian di rumah Djawa yang terletak di Bogor. Dengan didampingi udara yang dingin dan hembusan angin yang sepoi-sepoi menyejukkan hati, jadilah saya beristirahat dengan aman dan tenteram di sana.
Cara lainnya pun juga saya tempuh, seperti berjalan-jalan dengan pacar, kakak, dan lagi-lagi sahabat saya yang selalu mengikuti gaya saya itu (huahhahaha...).
Ayo perkosa ikan guramenya!! huahahha..
Ataupun membaca komik GALS! yang saya temukan di rumah (lagi-lagi) si Djawa. Seru, unik, segar, dan langka! Itu kata-kata yang kurang lebih mampu menggambarkan isi komik itu. Dikarenakan Djawa tidak memiliki komik itu secara lengkap, tidak ada seri nomor 4, saya pun mencari-cari di dunia maya. Dan ketemulah! Walau berbahasa Inggris...

Ini dia komik GALS! Seri ke-4, hasil unduhan.
Setelah, ditelaah, di-rewind, dipikir-pikir, ditimbang-timbang,,, hidup saya tidak terlalu monoton ah. Buktinya saya masih sempat tersenyum dalam kesulitan (huahhaha...).
Memang Allah telah menciptakan ini semua seimbang.
Ada senang, ada susah.
Ada senyum, ada cemberut.
Ada tawa, ada air mata.
Ada manis, ada pahit.
Ada lingga, ada yoni.
Ada Santi, ada Santo. (lho??!!)
Semuanya kembali kepada kita, bagaimana kita menghadapi, merefleksikan, ataupun mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Jangan menyalahkan siapa pun atas kepayahanmu menjalankan kehidupanmu sendiri, itu semua berawal dari niat, dilakukan sepenuh hati, diiringi doa, dan kembali kepada Allah.
* Sssstt,,,sebentar lagi tengah malam. Berhubung saya sudah niat untuk merubah kebiasaan buruk saya untuk tidur tengah malam, saya akan berhenti untuk mengetik ini semua. Mengisi judul dan label postingan saya ini, selanjutnya pilih "Terbitkan Entri"
LUARRRRRRRR..... BIASA....
Film 3 dimensi? Itu mah ada di Gelanggang Samudra Jaya Ancol..
Kalau gambar 3 dimensi? Gambar yang benar-benar terlihat hidup?
Itu baru LUAR BIASA !!!
Pagi ini saya membuka Y! Mail saya dan melihat ada pesan baru dari Administrasi_Publik Groups. Subhanallah !!! Pesan tersebut berisi gambar-gambar yang tak cukup hanya dipandang sekali! Maksudnya harus dipandang berul-betul agar tidak tertipu !!!! Gambar-gambar tersebut merupakan pesan terusan yang berasal dari PT. Jaring Lintas Indonesia. Kebetulan saya sedang menunggu untuk mengupload foto saya sendiri sebagai header blog ini yang dari tadi tidak kunjung selesai walau sudah puluhan kali diulang karena sulit sekali mencocokkan ukuran gambarnya, oleh karena itu saya posting saja gambar-gambar 3D tersebut.
Hope you like it !!!

Watch out! A crocodile!! Hello santa !!
A whale???

Transformer is in the town!

What a BIG butterfly !

Look, I'm on the top of Eiffel tower!

I believe I can fly !!!















